|
Liputan-liputan khusus
tentang kegiatang FKLS
|
Sarasehan
( 09 Desember 2001)
|
|
Sambutan
Koordinator
(Adelino
R)
Dalam sarasehan ini koodinator FKLS
mengulas kembali latar belakang terbentuknya Forum
Komunikasi Lorosa`e Star dan dia juga mengatakan bahwa FKLS
tidak tertutup bagi siapa saja tapi hanya
saja kami membentuk berawal dari beberapa orang yang
mempunyai gagasan/ide yang sama. akhir sambutanya dia
mengatakan bahwa kemiskinan, ketidak berdayaan,
keterbelakangan yang ada masyarakat kita (Timor Lorosa`e)
bukan menggugah kemurahan hati kita untuk memberikan sedekah,
melainkan merupakan tuntutan untuk mengubah tangan-tangan
terbiasa meminta sedekah tersebut menjadi tangan-tangan yang
siap berkarya membangun dan menata dunianya.
|
Ketua
Panitia.
Bonifacio
DC.
Menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang
telah mendukung baik secara moril maupun materil
sehingga terselenggarahnya acara sarasehan (09-12-01).Serta
tujuan diselenggarahkan acara sarasehan ini.
|
|

Foto
bersama saat usai sarasehan/diskusi panel
|
|

Kaum
Wanita FKLS
|
i
Usai sarasehan |

Foto
Pebicara pd session 1
|

Foto
Pebicara pd session 2
|
|

Foto
peserta ssarasehan
|

Foto
peserta ssarasehan
|

Foto
peserta ssarasehan
|

Ir.
I Gede
|
|
|
REFLEKSI PEMIKIRAN SEBUAH IDENTITAS
BUDAYA
Sususnan
acara dibacakan oleh Sdri. Alin ( MC )
-
Pembukaan
Dibuka
dengan doa bersama dipimpin oleh Sdri. Alexandra
-
Sambutan
1.
Koordinator FKLS yaitu Sdr. Adelino Rojario
2.
Ketua Panitia Sarasehan yaitu Sdr. Boni Facio
-
Session
I
Session
I ini di pimpin oleh Sdr Mario Cabral Marques, ST. sebagai
moderamen. Session ini pembicaranya ada tiga yaitu :
1.
Tua Hasiholan Hutabarat.
2.
Sultan Najamudin.
3.
I Gede Made Konsukarta.
-
Istirahat
( Lunch Break ).
-
Session
II
Session
II oleh Moderator ( Mario C. M. ST ) dan pembicaranya ada tiga yaitu
:
1.
Drs. Faustino Cardosa Gomes, Msi.
2.
Fr. Pedro
3.
Fr. Bagus
-
Penutup
Sarasehan
ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Sdri. Alexandra.
1.
SESSION I
1.
Sdr. Tua Hasiholan Hutabarat,
Ssos.
Tema
: Masyarakat Lokal Dan Globalisasi
Sub
Tema : Membangun Partisipasi
dalam Strategi Pemberdayaan
Masyarakat Lokal.
Resume :
¨
Makna globalisasi pada umumnya terbagi dua pihak/pandangan
yaitu:
1.
Perspektif Optimistik.
Globalisasi
melalui ekonomi pasar merupakan kata ajaib yang akan menuntun dan
menjawab seluruh permasalahan hidup.
2.
Skeptik / pesimistik.
Kegagalan
berbagai sistem ekonomi, politik dan bentuk budaya manusia yang
selama ini dipercayai manusia sebagai pedoman.
¨
Eksistensi masyarakat lokal.
Masyarakat
lokal atau komunitas tradisional memiliki multi dimensi, yaitu
terkait dengan sistem sosial, budaya, politik, ekonomi dan ekologi.
Ada sistem kepercayaan, hukum dan pranata adat, pengetahuan dan cara
pengelolaan atas sumber daya lokal.
¨
Masyarakat lokal versus globalisasi.
Memang
telah muncul perlawanan masyarakat lokal atas ketidakadilan yang
terjadi. Konflik-konflik antara masyarakat lokal dengan industri
maupun pemerintah bermunculan. Mulai dari konflik tanah, hak
pengelolaan sumber daya alam, hak asasi manusia,sampai konflik
tentang pencemaran lingkungan. Namun bagaimanapun konflik tidak akan
pernah seimbang. Sebab ada dua pihak yang kekuatannya sangat kontras.
Disatu sisi, ada pemerintah dan pemilik modal yang sangat kuat.
Mereka menguasai aspek teknologi, birokrasi dan pranata hukum dan
disis lain ada masyarakat lokal yang masih sederhana, akses terbatas
dan tidak punya kekuatan represif. Dengan kondisi ini konflik selalu
dimenangkan oleh pihak pertama.
¨
Titik cerah.
Jalan
tengah yang dilakukan oleh kaum yang memihak masyarakat lokal yaitu
terkait dengan konsep pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat lokal
untuk mamapu memposisikan diri agar tidak selalu menjadi korban
pembangunan atau globalisasi. Usaha untuk memberdayakan masyarakat
lokal tidak mudah banyak pihak yang skeptis terhadap hal itu.
Ada
dua kondisi yang harus disiapkan yaitu :
1.
Menumbuhkan budaya partisipatif.
2.
Ketersediaan mekanisme
¨
Terinformasi dan terorganisir
Masyarakat
yang telah terinformasi juga belum tentu akan berkorelasi dengan
meningkatnya partisipasi. Selain keterbatasan pendidikan dan aspek
kepentingan atas informasi yang belum mengental di masyarakat,
kendala paling besar biasanya adalah berbenruk budaya diam ( silence
culture ) yang kemungkinan masih membekas sebagai akibat praktek
dipolitasi pada rejim sebelumnya. Hal itu dapat diperjuangkan
bersama-sama oleh masyarakat dan lembaga-lembaga pendamping.
Sering
informasi tidak bermanfaat sama sekali oleh masyarakat, karena tidak
bersentuhan langsung oleh kepentingan ekonomi. Akses informasi tidak
berarti sama sekali bahkan menunjukan sikap yang lebih pasif oleh
masyarakat. Untuk menjawab pertanyaan seperti ini maka diperlukan
sebuah analisis yang mendalam untuk memahami masyarakat lokal dengan
pendekatan yang lebih berorientasi kepada pemenuhan kepentingan
masyarakat.
¨
Menumbuhkan budaya partisipasi masyarakat lokal timor
leste
Partisipasi
yang dibangun adalah sintesa dari totalitas sistem nilai yang
memenuhi masyarakat Timor Leste, yakni : adat, agama dan modernitas.
Aktor yang terlibat juga berasal dari elemen tersebut tanpa saling
menegasikan satu sama lain. Dengan demikian akan terbangun
masyarakat lokal yang bukan hanya berdaya dalam satu sisi ( misal
ekonomi semata ) namun juga budaya, politis dan moral dalam satu
sistem kenegaraan yang demokrasi.
2.
Sdr. Ir. Sultan Najamudin.
Tema
: Revitalisasi Nasionalisme Sebuah Bangsa.
Isi :
¨
Latar belakang.
¨
Pemahaman Nasionalisme.
¨
Negara, Nasionalisme dan Demokrasi.
¨
Nasionalisme.
3.
Sdr. Ir. I Gede Konsukarta.
Tema : Masyarakat Adat Benteng
Terakhir Pertahanan Sebuah
Isi :
¨
Prawacana
¨
Adat, Apakah masih eksis?
¨
Timor Lorosa’e, “Kekinian” dan “Keakanan”
¨
Apa yang patut dilakukan ?
2.
SESSION II
1.
Drs. Faustino Cardosa Gomes, MSi.
Tema
:
Prospek dan Tantangan Pengembangan Potensi Migas
sebagai
Sumber Pndapatan Negara Timor Loro Sae’
Isi :
¨
Sekilas Gambaran Mengenai Migas.
¨
Prospek dan Tantangan Pengembangan Potensi Migas.
2.
Fr. Pedro
Tema
: Memahami
Eksistensi Budaya Timor Lorosae dalam
Terang Konsili Vatikan II.
Isi
:
¨
Latar Belakang
¨
Mencari Eksistensi Budaya Timor Lorosae
1.
Sejarah Tentang Asal Usul Masyarakat Timor Lorosae’
2.
Bahasa
¨
Sistem Garis Keturunan dan Kemiripan Adat Istiadat
1.
Barlaque
2.
Upacara Kelahiran
3.
Upacara Kematian
¨
Identitas Religius
¨
Pengaruh Budaya Asing terhadap Budaya Setempat
3.
Fr. Bagus
Tema
: Makna Pencarian Sebuah Identitas Diri Dalam Masyarakat
Plural
Bagi
rekan-rekan yang mau mendapatkan makalah aslinya silahkan hubungi
seksi informasi
|